Postingan

Menampilkan postingan dari 2015
Melihatmu terdiam, menatap senja yang mulai tenggelam Melihatmu termenung, menatap kosong angan yang tak terbendung Melihatmu terhanyut, membawa kenangan yang telah menggelayut Tanganmu terulur, namun acuh yang kau dapat Matamu mengharap, namun palingan yang kau terima Bibirmu bergetar, namun senyum sinis yang kembali Gemericik sungai menenggelamkan gemuruhnya hati Gelapnya awan menutup seketika mata hati Kau meraung, memohon penuh harap Tak ada sahutan, hanya kebisuan yang menyiksa Pergilah! Satu kata yang lolos dari mulut ini, menyulut api kemarahanmu Namun tak ada guna, tubuhmu tak mampu melawan Namun tak ada arti, karna jiwa hati telah mati Sekarang, hanya tinggal menghitung detik Dan kau, akan mengerti.